Rabu, Juni 19

ImpianKu

Mimpiku bukanlah mimpimu
Aku bertanya belum tentu kau menjawab
Kau berkata belum tentu aku suka
Tapi akukan berusaha agar semua  membaik

Saat ku akan tertidur ingin kau hadir
Saat kuterbangun dari mimpi ingin kau hadir
Ingin rasanya mimpiku hadir bersamamu
Disaat - saat semua memburuk

Keadaan tidak seperti dulu lagi
Kenangan indah hanya sesaat dan tinggal impian
Impian yang kadang tidak tersampaikan
Bersama dirimu yang slalu kuidamkan

Kau seakan tambah menjauh dan jauh
Padahal kau dekat
Aku bertanya apakah aku sedang bermimpi
Padahal ini nyata
Ataukah hanya mimpi dan harapan semata
Impianku


Selasa, Juni 11

Hakikat Sebuah Cinta




Lirik lagu Iklim Hakikat Sebuah Cinta

Aku adalah insan yang tak punya
Cuma rasa cinta membara
Lalu tercipta rinduku padanya
Kerana cinta bahagia
Pujangga menyatakan oh cinta berharga
Dari emas dan permata
Lalu ku bawa cinta di persada jiwa
Sinar menyuluh gelita
Sewaktu debar cintamu terasa melanda
Bangkit rinduku padamu di ketika itu
Lalu tersentak diriku sedari lamunan
Kini sebenarnya aku telah kau tinggalkan
Aku adalah insan yang tak punya
Kilauan emas permata
Lalu kucoba menaburi cinta
Bagimu tiada nilainya
Tiada harta dan cinta

Madhol & Ranking Pertama

Lagu Kenangan
Jadul


MADHOL

Keplok keplok buat yang sok jago
Raport merah sebab sering madhol
Pasang aksi tapi nembak bakso
Isep puntung biar batuk batuk
Eeghk aghk aghk aghk

Keplok keplok buat yang sok mode
Modal dandan pake uang SPP
Pules lipstick kayak makan es krim
IQ tinggi sayang suka madhol
Mau jadi apa ?

Rabu madhol (bohong)
Sabtu madhol (bohong)
Minggu madhol (wooo…)
Klayar kluyur Monas Blok M Ancol

Ida.. siapa nama bokapmu ?
Awas kulaporkan kelakuanmu
(jangan dong.. jangan dong..)

Laporin jangan ?
Laporin !
Makanya sadar dong
Iya.. hik hik..


RANKING PERTAMA

Didalam kelas aku termenung
Ingat ulahmu di kantin tadi
Adakah kau hanya bergurau saja
Kau bilang naksir padaku

Rasa gelisah dimana kamu
Aku melirik ke bangku samping
Rupanya kau sedang tersenyum manis
Membuat aku tersipu

Kutunggu kamu di gerbang sekolah
Maukah kamu mengantarku pulang
Aduh senangnya jalan kaki
Bersama kamu lala.. lala...
Bersama kamu lala.. lala..

Seindah dalam cerpen remaja
Bergandeng tangan, berlari kecil
Kau adalah cowok ranking pertama
Bangganya aku padamu


Salam buat :
Aida Sofiati (objek nama)   dan   Tuti Ernawati (pertama lagu ini diperdengarkan ke Aku)

Kamis, Juni 6

Tegar


Tersadar diri ini dari mimpi
Berjuang agar dapat berdiri
Berjalanpun kadang tertatih tatih
Ketika terhempas ombak yang berbuih
Matahari yang sudah terbenam malam
Matapun tak dapat lagi melihat tajam

Ingin rasanya kuselusuri pantai
Tapi diri tak sanggup menggapai
Namun harapan ini selalu terpancar
Di dalam lubuk hati yang ingin tegar
Menghadapi kehidupan yang selalu berputar

Jalan ini memang masih panjang
Sepanjang keinginan yang slalu terbentang
Hidup memang harus bersabar
Dengan keIhlasan yang slalu menghantar
PadaMu Tuhan aku bersandar

Senin, Juni 3

Masa berlalu

Harapan

Cerita ini imajinasi
Tidak enak rasanya berhalusinasi
Ingin rasanya ku utarakan
Isi hatiku padamu
Tapi lidah tak dapat terucap
Karena kau tidaklah menyambut
Hasrat hati untuk dapat bertaut

Pagi sekali sepeda itu kukayuh
Ingin mengejar bayanganmu waktu itu
Sering kuperhatikan bayanganmu saat ke sekolah
Dijalan aspal hitam yang sering kau lalui
Ingin rasanya mengejarmu
Kuharap bisa memandangmu lebih dekat
Tapi kau tambah menjauh dan jauh

Aku hanya bisa memandang dan berandai – andai
Engkau yang cantik dan pendiam
Engkau yang imut dan mengemaskan
Tersadar aku dari dari lamunan
Ketika engkau membacakan alunan ayat – ayat Allah
Ternyata engkaupun pandai mengaji, saat ada MTQ
Aku tambah mengagumimu
Saat itu engkau belumlah cukup dewasa
Tapi dirimu sudah memancarkan cahayamu
Kuberharap engkau memberikan secercah harapan padaku
Agar aku dapat berteduh didalam lubuk hatimu




Kembalilah..

Catatan – catatan kecil sudah ku goreskan
Tapi  engkau belum ada balasan
Seratus satu surat telah ku kirimkan
Pada angin, awan dan  halilintar
Agar engkau tahu dan dapat mendengar

Kugoreskan lagi lamunanku
Pada pohon dan dedaunan
Agar engkau dapat menyapaku
Serta mengingat  semua goresan
Agar dapat tertuang dalam kalbumu

Sedari dulu aku ingin  katakanan
Sedari dulu aku ingin utarakan
Sesuatu yang terpenjara dalam hati
Sesuatu yang mengharap dirimu kembali

Kau yang jauh di antah berantah
Bagaikan ditelah bumi yang lagi membisu
Sepi…Sunyi…Senyap…
Hanya tetesan embun yang ikut berucap
Pada dedaunan dan ranting kecil

Dimanakah kau kini sahabat
Yang pernah mengisi ruang kosong dalam hati
Kembalilah sahabat
Masihkah ada secercah harapan padaku
Aku yang slalu menantimu kembali..