Segenap hati sudah aku pasrahkan kini
Dalam keadaan yang aku jalani
Rasa susah senang akan aku arungi
Walau hidup yang belum aku ketahui
Titipanmu begitu indah dan berarti
Mestinya aku harus mengerti
Semuanya itu yang harus dihayati
Maksud hati tu' ingin mencintai
Rasa bersalah yang telah aku lalui
Ingin ku tebus walau sampai akhir nanti
Pada saatnya smoga dapat kembali
Semua yang kupinjam pada Illahi
Noda yang kubasuh kemuka ini
Mungkinkah akan terbuka nanti
Bila luka tidak segera ku obati
Bisakah dipertanggungjawabkan lagi
Ku yakin Tuhan Maha tahu
Pada hambanya yang mau mengadu
Ku yakin Tuhan Maha mengerti
Pada hambanya yang ingin mengabdi
Welcome !
Selamat Datang
di situs Blog AYA Halmahera
Sebuah Blog tentang HARAPAN
Cross Browser Support
Harapan TERINDAH Suatu keinginan untuk dapat menjadikan bermanfaat
Tutorials on Blog
Ads for Blogger
Usefull Tools
Internet & Tech List
Aku ingin belajar... !!!
Bagi Anda yang ingin menambah wawasan dalam pengetahuan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi ) , Mari belajar bersama di blog ini semoga mendatangkan faedah yang berguna bagi kita semua Aamiin....
Link Banner Blog
Jumat, Januari 24
Kamis, Januari 23
Langkah kecil menggapai Hidayah KeImanan
Selangkah demi selangkah kita berjalan
Pelan tapi pasti semua terlalui
Tapi tahukah kita apa yang akan terjadi nanti ?
Tidak.. karena hanya Tuhan yang Maha tahu
Suatu Hidayah dari Allah akan datang... katanya
Tapi apakah akan datang dengan sendirinya
Hanya berharap kita.... mendapat Hidayah
Semestinya kita kejar Hidayah itu
Karena lambat laun Hidayah akan muncul
Bagaimana mungkin Hidayah akan datang
Kalau hanya berdiam diri
Kalau hanya berharap
Kalau hanya menunggu
KeImanan yang berjalan dengan langkah kecil
Haruslah dengan terus menerus
Sehingga akan tercapainya suatu keinginan besar
Langkah demi langkah sudah pasti akan jalan
Dari pada diam ... menunggu yang tak pasti
Mulai sekarang... ayunkan langkah kecil kita
'tuk.... mengapai suatau Hidayah KeImanan
Pelan tapi pasti semua terlalui
Tapi tahukah kita apa yang akan terjadi nanti ?
Tidak.. karena hanya Tuhan yang Maha tahu
Suatu Hidayah dari Allah akan datang... katanya
Tapi apakah akan datang dengan sendirinya
Hanya berharap kita.... mendapat Hidayah
Semestinya kita kejar Hidayah itu
Karena lambat laun Hidayah akan muncul
Bagaimana mungkin Hidayah akan datang
Kalau hanya berdiam diri
Kalau hanya berharap
Kalau hanya menunggu
KeImanan yang berjalan dengan langkah kecil
Haruslah dengan terus menerus
Sehingga akan tercapainya suatu keinginan besar
Langkah demi langkah sudah pasti akan jalan
Dari pada diam ... menunggu yang tak pasti
Mulai sekarang... ayunkan langkah kecil kita
'tuk.... mengapai suatau Hidayah KeImanan
Selasa, Oktober 29
Engkau yang tahu
Mata melihat ingin jauh memandang
Tetapi pudar, samar dan kabur yang dirasakan
Ingin rasanya hayalan menjadi kenyataan
Ketika mata mulai dipejamkan
Sembari berdo'a agar semua dapat terwujudkan
Berlinang air mata saat mengingat kenyataan
Perjalanan hidup yang telah dijalani
Semua penuh dengan noda dan dosa
Bersujudpun telah dilakukan
Agar semua dapat terbersihkan
Agar semua dapat terbersihkan
Ingin rasanya mengulang perjalanan kehidupan
Dengan semua hayalan yang diidamkan
Harapan demi harapan ada dalam ingatan
Namun semua hanya harapan belaka
Secercah harapanpun mungkin ta ada
Karena perjalanan telah terlalui
Adakah harapan baru dalam perjalanan ini
Disaat mata telah redup karena usia telah lanjut
Duhai ... Sang Maha Pencipta
Berkatilah perjalanan hidup ini
Bimbinglah selalu di jalanMU
Terimalah sujud dan taubat ini
Karena kepada siapa lagi dapat mengadu
Karena hanya Engkaulah Tuhan yang Maha tahu.
Senin, September 30
Mutiaraku
Cahaya yang dulu kupeluk
Kini telah menampakan sinarna
Namun sinar itu belum begitu terang
Mungkin karena dulu aku....
telah lama melupakannya
Karena aku terpesona dengan kehidupan ini
Kini aku sadar ....
Cahaya itu mutiara hatiku
Dia yang harus aku rawat dan kujaga
Agar sinarna tidak meredup, bahkan padam..
kusam , kotor dan ternoda.
Secercah Harapan telah aku gadaikan
Pada kedua mutiaraku
Agar menjadi cahaya penerang jiwaku
Dalam mengarungi hidup ini
Mudah - mudahan mutiara itu dapat...
membawa keberkahan hidup
Menerangi setiap langkahku
Membimbingku disaat usia telah senja
Menjadikan penglihatanku yang kedua
Membawaku dalam kebahagiaan
Atas karunia Illahi
Minggu, September 1
Ku Pasrahkan PadaNya
Memang jalan tak selamanya lurus dan indah
Belokan ..turunan ... dan tanjakan pasti menghadang
Kadang rata tapi kadang bergelombang
Penuh dengan bebatuan bahkan kerikil tajam
Itulah sebuah jalan kehidupan
Kita kadang selalu berdo'a agar semua dimudahkan
Tapi kadang kita selalu tidak mensyukuri dengan apa yang didapatkan
Karena semua yang didapat tidak sesuai dengan harapan
Inilah mungkin sebuah cobaan dan ujian
Pantaskan kita menolak dengan apa yang Dia berikan
Kalau kita tengok kebelakang
Apa yang kita bawa waktu kita lahir
Kita tak punya apa - apa dan tak ada daya
Semua kepasrahan yang ada
Dengan menerima suratan takdirNya
Sepantasnya semuanya kita pasrahkan padaNya
Menjalani hidup dengan apa adanya
Menerima kenikmatan kesehatan kita dapat terlahir
Mensyukuri dengan apa yang didapat
Karena Dia yang maha memberi nikmat
Kamis, Agustus 29
SyafaatNya
Mimpiku ingin rasanya jadi kenyataan
Mereka yang bersujud di depan makam yang dimuliakan
KehadiratNya mereka memohon ampunan
Shalawatnya untuk junjungan yang dimuliakan
Mengapa aku tak juga ikutan
Hanya terpaku dan meninggalkan
Ingin rasanya kembali..dalam impian
Untuk ikut bersama mereka yang bershalawatan
Ya..Allah ya Rabb.. ijinkan aku untuk ikut bersujud
di dekatnya yang Engkau muliakan
Baginda Muhammad Rasulullah utusanMu
Penolong dan penerang jalan hidupku
Agar aku mendapatkan syafaatMu
Dari dosaku yang tak dapat ku hitung
Dari kehidupku ini yang penuh bergelimang noda
Ampunilah aku ya Rabb..
Engkaulah yang Maha Pengampun
Yang Maha memiliki Asmaul Husna
Jumat, Juli 5
Ingat Malam
Kemarin ….
Kemana kau pergi
Sekarang ….
Dimana kau berada
Pagi buta semestinya kau terbangun
Tengah malam semestinya kau tafakur
Berapa banyak kerjaan yang telah kau perbuat
Berapa hitungan yang bisa kau ingat
Detak jantung yang kian melambat
Napaspun kini tinggal lambaian
Napaspun kini tinggal lambaian
Apa yang mesti kau
banggakan
Disaat ajal tinggal segenggaman
Sebentar lagi malam datang
Cahaya penerang mungkin tak ada
Hanya kegelapan yang terasa
Mulai dari sekarang…
Ambilah sebuah penerang
Agar hatimu menjadi tenang
Ingatlah selalu akan hadirnya malam
Rabu, Juni 19
ImpianKu
Mimpiku bukanlah mimpimu
Aku bertanya belum tentu kau menjawab
Kau berkata belum tentu aku suka
Tapi akukan berusaha agar semua membaik
Saat ku akan tertidur ingin kau hadir
Saat kuterbangun dari mimpi ingin kau hadir
Ingin rasanya mimpiku hadir bersamamu
Disaat - saat semua memburuk
Keadaan tidak seperti dulu lagi
Kenangan indah hanya sesaat dan tinggal impian
Impian yang kadang tidak tersampaikan
Bersama dirimu yang slalu kuidamkan
Kau seakan tambah menjauh dan jauh
Padahal kau dekat
Aku bertanya apakah aku sedang bermimpi
Padahal ini nyata
Ataukah hanya mimpi dan harapan semata
ImpiankuSelasa, Juni 11
Hakikat Sebuah Cinta
Lirik lagu Iklim Hakikat Sebuah Cinta
Aku adalah insan yang tak punya
Cuma rasa cinta membara
Lalu tercipta rinduku padanya
Kerana cinta bahagia
Pujangga menyatakan oh cinta berharga
Dari emas dan permata
Lalu ku bawa cinta di persada jiwa
Sinar menyuluh gelita
Sewaktu debar cintamu terasa melanda
Bangkit rinduku padamu di ketika itu
Lalu tersentak diriku sedari lamunan
Kini sebenarnya aku telah kau tinggalkan
Aku adalah insan yang tak punya
Kilauan emas permata
Lalu kucoba menaburi cinta
Bagimu tiada nilainya
Tiada harta dan cinta
Cuma rasa cinta membara
Lalu tercipta rinduku padanya
Kerana cinta bahagia
Pujangga menyatakan oh cinta berharga
Dari emas dan permata
Lalu ku bawa cinta di persada jiwa
Sinar menyuluh gelita
Sewaktu debar cintamu terasa melanda
Bangkit rinduku padamu di ketika itu
Lalu tersentak diriku sedari lamunan
Kini sebenarnya aku telah kau tinggalkan
Aku adalah insan yang tak punya
Kilauan emas permata
Lalu kucoba menaburi cinta
Bagimu tiada nilainya
Tiada harta dan cinta
Madhol & Ranking Pertama
Lagu Kenangan
Jadul
Jadul
MADHOL
Keplok keplok buat yang sok jago
Raport merah sebab sering madhol
Pasang aksi tapi nembak bakso
Isep puntung biar batuk batuk
Eeghk aghk aghk aghk
Keplok keplok buat yang sok mode
Modal dandan pake uang SPP
Pules lipstick kayak makan es krim
IQ tinggi sayang suka madhol
Mau jadi apa ?
Rabu madhol (bohong)
Sabtu madhol (bohong)
Minggu madhol (wooo…)
Klayar kluyur Monas Blok M Ancol
Ida.. siapa nama bokapmu ?
Awas kulaporkan kelakuanmu
(jangan dong.. jangan dong..)
Laporin jangan ?
Laporin !
Makanya sadar dong
Iya.. hik hik..
Didalam kelas aku termenung
Ingat ulahmu di kantin tadi
Adakah kau hanya bergurau saja
Kau bilang naksir padaku
Rasa gelisah dimana kamu
Aku melirik ke bangku samping
Rupanya kau sedang tersenyum manis
Membuat aku tersipu
Kutunggu kamu di gerbang sekolah
Maukah kamu mengantarku pulang
Aduh senangnya jalan kaki
Bersama kamu lala.. lala...
Bersama kamu lala.. lala..
Seindah dalam cerpen remaja
Bergandeng tangan, berlari kecil
Kau adalah cowok ranking pertama
Bangganya aku padamu
RANKING PERTAMA
Didalam kelas aku termenung
Ingat ulahmu di kantin tadi
Adakah kau hanya bergurau saja
Kau bilang naksir padaku
Rasa gelisah dimana kamu
Aku melirik ke bangku samping
Rupanya kau sedang tersenyum manis
Membuat aku tersipu
Kutunggu kamu di gerbang sekolah
Maukah kamu mengantarku pulang
Aduh senangnya jalan kaki
Bersama kamu lala.. lala...
Bersama kamu lala.. lala..
Seindah dalam cerpen remaja
Bergandeng tangan, berlari kecil
Kau adalah cowok ranking pertama
Bangganya aku padamu
Salam buat :
Aida Sofiati (objek nama) dan Tuti Ernawati (pertama lagu ini diperdengarkan ke Aku)
Kamis, Juni 6
Tegar
Tersadar diri ini dari mimpi
Berjuang agar dapat berdiri
Berjalanpun kadang tertatih tatih
Ketika terhempas ombak yang berbuih
Matahari yang sudah terbenam malam
Matapun tak dapat lagi melihat tajam
Ingin rasanya kuselusuri pantai
Tapi diri tak sanggup menggapai
Namun harapan ini selalu terpancar
Di dalam lubuk hati yang ingin tegar
Menghadapi kehidupan yang selalu berputar
Jalan ini memang masih panjang
Sepanjang keinginan yang slalu terbentang
Hidup memang harus bersabar
Dengan keIhlasan yang slalu menghantar
PadaMu Tuhan aku bersandar
Senin, Juni 3
Masa berlalu
Harapan
Cerita ini imajinasi
Tidak enak rasanya berhalusinasi
Ingin rasanya ku utarakan
Isi hatiku padamu
Tapi lidah tak dapat terucap
Karena kau tidaklah menyambut
Hasrat hati untuk dapat bertaut
Pagi sekali sepeda itu kukayuh
Ingin mengejar bayanganmu waktu itu
Sering kuperhatikan bayanganmu saat ke sekolah
Dijalan aspal hitam yang sering kau lalui
Ingin rasanya mengejarmu
Kuharap bisa memandangmu lebih dekat
Tapi kau tambah menjauh dan jauh
Aku hanya bisa memandang dan berandai – andai
Engkau yang cantik dan pendiam
Engkau yang imut dan mengemaskan
Tersadar aku dari dari lamunan
Ketika engkau membacakan alunan ayat – ayat Allah
Ternyata engkaupun pandai mengaji, saat ada MTQ
Aku tambah mengagumimu
Saat itu engkau belumlah cukup dewasa
Tapi dirimu sudah memancarkan cahayamu
Kuberharap engkau memberikan secercah harapan padaku
Agar aku dapat berteduh didalam lubuk hatimu
Kembalilah..
Catatan – catatan kecil sudah ku goreskan
Tapi engkau belum ada balasan
Seratus satu surat telah ku kirimkan
Pada angin, awan dan halilintar
Agar engkau tahu dan dapat mendengar
Kugoreskan lagi lamunanku
Pada pohon dan dedaunan
Agar engkau dapat menyapaku
Serta mengingat semua goresan
Agar dapat tertuang dalam kalbumu
Sedari dulu aku ingin katakanan
Sedari dulu aku ingin utarakan
Sesuatu yang terpenjara dalam hati
Sesuatu yang mengharap dirimu kembali
Kau yang jauh di antah berantah
Bagaikan ditelah bumi yang lagi membisu
Sepi…Sunyi…Senyap…
Hanya tetesan embun yang ikut berucap
Pada dedaunan dan ranting kecil
Dimanakah kau kini sahabat
Yang pernah mengisi ruang kosong dalam hati
Kembalilah sahabat
Masihkah ada secercah harapan padaku
Aku yang slalu menantimu kembali..
Cerita ini imajinasi
Tidak enak rasanya berhalusinasi
Ingin rasanya ku utarakan
Isi hatiku padamu
Tapi lidah tak dapat terucap
Karena kau tidaklah menyambut
Hasrat hati untuk dapat bertaut
Pagi sekali sepeda itu kukayuh
Ingin mengejar bayanganmu waktu itu
Sering kuperhatikan bayanganmu saat ke sekolah
Dijalan aspal hitam yang sering kau lalui
Ingin rasanya mengejarmu
Kuharap bisa memandangmu lebih dekat
Tapi kau tambah menjauh dan jauh
Aku hanya bisa memandang dan berandai – andai
Engkau yang cantik dan pendiam
Engkau yang imut dan mengemaskan
Tersadar aku dari dari lamunan
Ketika engkau membacakan alunan ayat – ayat Allah
Ternyata engkaupun pandai mengaji, saat ada MTQ
Aku tambah mengagumimu
Saat itu engkau belumlah cukup dewasa
Tapi dirimu sudah memancarkan cahayamu
Kuberharap engkau memberikan secercah harapan padaku
Agar aku dapat berteduh didalam lubuk hatimu
Kembalilah..
Catatan – catatan kecil sudah ku goreskan
Tapi engkau belum ada balasan
Seratus satu surat telah ku kirimkan
Pada angin, awan dan halilintar
Agar engkau tahu dan dapat mendengar
Kugoreskan lagi lamunanku
Pada pohon dan dedaunan
Agar engkau dapat menyapaku
Serta mengingat semua goresan
Agar dapat tertuang dalam kalbumu
Sedari dulu aku ingin katakanan
Sedari dulu aku ingin utarakan
Sesuatu yang terpenjara dalam hati
Sesuatu yang mengharap dirimu kembali
Kau yang jauh di antah berantah
Bagaikan ditelah bumi yang lagi membisu
Sepi…Sunyi…Senyap…
Hanya tetesan embun yang ikut berucap
Pada dedaunan dan ranting kecil
Dimanakah kau kini sahabat
Yang pernah mengisi ruang kosong dalam hati
Kembalilah sahabat
Masihkah ada secercah harapan padaku
Aku yang slalu menantimu kembali..
Sabtu, Mei 25
Sahabat
Andai kau tahu
Ku yakin engkau tahu
Kabar yang ku kirim
lewat angin
Ku yakin engkau tahu cerita rintik hujan
Rintik hujan dihutan jati
Tapi engkau menutupi diri
Dengan payung pelangimu
Ku tahu kau menderita
Karna galau dalam jiwamu
Rumput yang basah dirumahmu
Tidak dapat membuatmu bahagia
Bunga yang kau tanam tidak lagi berseri
Mungkin malu ..
Rasaya enggan ingin menanyakan keluhanmu
Karna di wajahmu tak ada senyum lagi
Burung yang biasa menghiburmupun telah kau halau
Mungkin dirimu ingin menyendiri
Dari nyanyian nyanyian ceritanya
Andai kau tahu …
Semua ingin membuatmu tersenyum lagi
Seperti waktu dulu
Satu tahun berlalu
Awan diatas rumahmu tidak secerah dulu
Mataharipun malu untuk menampakan dirinya
Karena awan hitam memelukmu
Andai kau tahu….
Secercah harapan masih ada
Agar kamu dapat bangun dari tidurmu
Yang slalu bermimpikan tentang kegelapan
Dimana swaramu
Awan mendung menghiasi pesawahan
Gerimis rintik membasahi dedaunan
Kuberteduh di bawah pohon jati sejenak
Menunggu ..dan termanggu
Anginpun berhembus menyapaikan ceritamu
Tentang dirimu yang slalu bermimpi
Mimpi yang dulu kau ceritakan padaku
Dibalik pelangi – pelangi yang dulu-dulu tlah berlalu
Mengharap kehadiranku waktu itu
Swaramu perlahan terdengar lirih
Sehingga akhirnya tak terdengarlagi
Ku ingin mencari dimana swaramu kau simpan
Selanjutnya ku berjalan dan terus berjalan
Hingga akhirnya ku berhenti di tepi pantai
Sebuah prahupun terlihat terdapar
Kunaiki dan kukayuh kesebrang lautan
Tapi ku tak yakin akan sampai di tujuan
Karena layar yang kukembangkan telah banyak berlubang
Andai ku tahu dimana swaramu kau simpan
Mungkin dulu aku akan menghampirimu
Tapi kini aku telah berada ditengah lautan
Terhempas angin…ombak… dan hujan menghadang
Mestinya aku akan tetap bertahan
Tapi aku kwatir karna prahunya telah lapuh
Entah sampai kapan akupun dapat berlabuh
Secercah harapan yang selalu di impikan
Selasa, Mei 21
Air kehidupan
Jalan kehidupan bersumber dalam hati yang dalam
Hati selalu berkata lurus, maka akan terasa indah dijalani
Memang jalan kadang berbelak belok, itu suatu rintangan
Walaupun lurus belum tentu datar , tapi itu sebuah harapan
Bebaturan dan rumput ilalang kadang menghadang, itu suatu cobaan
Alam ini indah.......
Tapi keindahannya hanya sesaat, jika semua telah rusak
Sejauh mana mata memandang keindahan alam, akan terlihat yang indah terbentang
Terlihat mempersona dan ingin dihampiri, dengan segala yang tak pasti
Kesiapan dan kesungguhan adalah sebuah modal
Dalam usaha yang belum pasti
Mesti begitu itu harus dilaluinya
Karena hanya itu harapan kehidupan
Untuk menemukan adanya secercah harapan
Dalam kehidupan yang nyata.......
Apalah yang mesti di pikirakan , kalau hanya berpangku tangan
Apalah yang mesti di lamunkan, kalau semua sudah di jalani
Apakah akan kembali dimana awal berpijak
Apakah akan dilalui dimana nanti akan berhenti
Semestinya harus dijalani apa adanya , tanpa ada keluh kesah dalam hati
Semestinya harus disyukuri dengan apa yang telah dapat dilalui
Air adalah potret kehidupan .............
Selalu melalui kehidupannya dengan sabar tapi pasti
Walau itu berat........, melalui celah karang dan bebatuan
Terhepas.... terhembus... terbawa angin jauh jatuh di gunung -gunung
Tapi ia tetap tegar menghadang
Karena ia semua akan mendapatkan manfaatnya
Bagaimana dengan yang selama ini dilalui
Sudahkan berfikir semua tentang kebaikan dan manfaat
Minggu, Mei 12
Wasiat buat Anakku
Anakku hidup itu tidak gampang
Tidak cukup hanya dipikiran
Tapi harus di laksanakan
Anakku jalan kehidupan ini tidak selamanya datar
Kadang ada turun dan naik
Anakku haruslah sabar sesuai tuntunan Al-Qur'an
Jangan slalu membusungkan dada karena kekayaan
Selamanya harus bersyukur dan ingat kepada yang Maha Agung
Hati – hatilah anakku jangan sampai menjadi kufur
Anakku jadilah engkau orang yang baik
Jadilah engkau orang yang kaya,
Kaya harta dan kaya hati
Anakku hiduplah engkau menjadi orang yang taat perintah
Agama
Jangan jauh dari ulama, punya sobat yang ahli taubat bersama dai dan para kiai
Karena hidup bisa berubah karena keadaan, biar engkau ada
yang mengingatkan
Dari tindak tanduk perbuatan yang kadang selalu salah dalam melangkah.
Anakku jadilah anak pintar dan bener, yang jujur dan tidak bohong
Jangan menyakitkan orang lain , biar hidupmu banyak saudara
Tuturkata dan prilaku serta perbuatanmu agar slalu mengarah pada kebahagiaan
Keselamatan dunia dan akhirat
Anakku… ya ..anakku .. jadilah orang yang sholeh.
Minggu, April 28
Hidup
Kenapa harus berkata
Kenapa harus berkarya
Kapan bisa berjaya
Kapan bisa bahagia
Hidup memang rumit
Tapi tidaklah sulit
Andai saja tidak sakit
Pasti tidak terasa pahit
Hidup harus bersyukur
Tapi jangan jadi kufur
Karena Allah yang ngatur
Insya Allah menjadi makmur
Hidup harus di jalani
Bukan untuk di hindari
Jika mati akan di sholati
Apa yang mesti dibawa nanti
Jumat, April 26
Keinginan
Andai hari masih berbaik hati
Andai siang dan malam juga ikutan
Ingin rasanya hidup menjadi berarti
Pantang tenggelam dalam keterpurukan
Ombak berdebur seakan bicara
Angin berdesis seakan berbisik
Awan berarak seakan ingin berkawan
Dedaunan melambai seakan mengajak
Kicauan burung seakan ikut bernyanyi
Gunung-gunung juga ikut bersenandung
Oh ingin rasanya mendengar ceritanya
Andai saja bisa mendengar bisikannya
Angan-angan yang dulu diidamkannya
Deburan hati yang bergejolak mengajaknya
Kini hanya tinggal sepenggal nyayiannya
Gelora jiwa yang selalu mengundangnya
Padamu harapan masih ada
Pada genggamanmu yang sekuat baja
Pada keinginannmu yang tidak lagi tertunda
Pada saatnya nanti engkau akan menikmatinya
Terkenang
Sejauh mata memandang
Hanya bayangan yang terkenang
Bayangan yang dulu telah lama hilang
Kini hadir dalam angan dan bayang - bayang
Semenja dulu ingin aku bersandar
Karena keadaan yang sudah memudar
Sayang dulu tak sempat mengantar
Dalam perahu yang sudah terdampar
Kulihat engkau berdiri ditepian
Sekali - kali melihat anak pujaan
Yang kini tumbuh jadi anak impian
Dialah anak lelaki yang tampan
Sekarang mentari telah terbenam
Diikuti suara hewan yang beragam
Matamu kadang masih terlihat tajam
Dalam raut wajah yang hampir kelam
Ku menatap dari kejauhan
Pikiranmu kosong tapi terlihat ada harapan
Harapan yang tak mungkin tersampaikan
Karena perahumu sudah berlayar jauh di lautan
Tujuan hidup yang engkau nantikan
Harapanmu dulu telah pudar dalam penantian
Diriku yang menjadikan lamunan
Telah berlabuh duluan
Maafkan..diri dengan apa yang telah terjadi
Karena dulu engkau hilang tanpa kabar di rantauan
Dan engkaupun tak ada berita kabar harapan pasti
Sehingga aku berlayar tanpa tujuan
Paruhuku kini mungkin telah retak
Karna keindahannya yang sudah terkoyak
Oleh surat - suara serak yang memberontak
Tapi aku akan bertahan jika ini suatu kehendak
Tidak ku tahu sampai kapan aku bertahan
Dengan kehidupan dan kesabaran
Kapan layarnya akan berkembang
Karena kini ada sedikit lubang
Semoga Engkau selalu membimbingku Tuhan
Dalam kehidupan yang menjadikan kekendakMu
Kuberpasrah dan berserah diri padaMu Tuhan
Karna Engkau yang menuntun hidupku
Selasa, April 23
Menatap
Sedari dari dulu aku berkaca
Kupandang wajah yang kini mulai menua
Hidup ingin rasanya bermakna
Merajut benang yang kusut terurai
Menatap hari menggapai harapan
Harapan yang tinggal segenggaman
Jika terbuka terlepaslah angan - angan
Anggan - angan indah dalam impian
Bersama sanak saudara di waktu itu
Tawa , canda membuat bahagia
Kebahagiaan yang dulu di rasakan
Keinginan agar semua dapat terulang
Dalam kebahagian yang tak dapat dibayangkan
Jumat, Maret 22
Goresan
Ketika mata tidak bisa terpejam
Dan mulut tidak bisa berkata - kata
Hanya hati yang dapat berucap
Adakah setitik harapan kehidupan
Mereka yang telah lama tersungkur
Dalam tumpukan jerami yang tak beraturan
Hidup sayang mati enggan
Melihat kedepan yang jauh terbentang
Jalan panjang berlika - liku
Turun naik tak terlihat ujung
Haruskah kita bersandar
Pada bebatuan yang terjal - terjal
Terik mentari membarakan hati
Langkahpun kini yang tidak kuat lagi
Sekuat pepohonan yang masih muda itu
Muda perkasa tua binasa
Kehidupan ini memang penuh rencana
Hasrat hati ingin berkarya
Diusia renta tinggal secercah harapan yang ada
Biarlah semua berserah
Pada sang kuasa alam semesta
------------------------------------------------------------------------------ goresen hati dalam arungi kehidupan
Langganan:
Postingan (Atom)